Just
mom my sweet heart now
Dinginnya malam tak menghalangi
langkahnya menelusuri setiap sudut jalan untuk menemukan pencerahan. Walaupun
terik matahari yang membakar kulit lembutnya tak memberi halangan baginya untuk
terus memberikan yang terbaik .
Keterbatasan finansial tak memmbuatnya
malas terus mencari untuk yang Ia cinta. Meskipun hal itu membuatnya dicerca
sekalipun. Apapun dia lakukan untu kesangannya. Insane yang memang tak harap
balas jasa yang terpenting induk inangnya bagia ia pun bahagia.
Tubuh lemahnya tak membuatnya malas
untuk menyiapkan segala kebutuhan di setiap harinya. Ia teramat sempurna sebagi
seorang bunda dan orang tua bagi anak-anaknya.
Semangat itulah yang selalu tertanam
dalam lubuk hati untuk terus berjuang melawan diri berjuang mengejar mimmpi.
Rasa iba yang terus menggelayuti dalam setiap malam tidurku teringat kegigihan
beliau. Seperlima abad aku dilahirkan dan dibesarkan dengan kasih saying yang
tak kurang. Pendidikan yang amat teramat baik dibandingkan anak-anak teman sebaya
beliau. Meskipun ia tak merasakan indahnya dunia pendidikan dan manisnya
kehidupan anak muda. Sungguh penganghargaan yang tak terhingga patut ia sandang
dan bawa.
Malaikatku pada setiap detik umurku,
inginkku memberimu apa yang melebihi engkau berikan. Dalam dekapan setiap kata
dalam doa malamku engkau yang selalu kuutamakan. Namun kurang rasanya jikalau
di seperlima abad ini tanpa memberinya sesuatu yang amat berarti baginya.
Prestasi akupun biasa, anak yang penuh budi pekerti tidak juga. Bundaku sayang
yang selalu kuingat setiap langkah perjuangamu untuk kutiru berlari menuju
mimpiku yang tak hingga jika dinilai dengan angka.
Engkau alasanku untuk terus maju
secepat dan seakurat mungkin dalam memilih mimpi dan mewujudkannya. Berjanji
sudah biasa dan lupa lain kala, sekarang bertekad dalam hati dan kebiasaan yang
terbaiki untuk selalu survive dalam setiap langkah perjuangan ini.






0 komentar:
Posting Komentar